7 Apr 2014

MENCARI NAFKAH DALAM IMAN



MATERI DALAM RUMAH TANGGA
            Kehidupan rumah tangga sangat cukup complex dimana setiap kehidupan rumah tangga tuntutan sangat banyak. Banyak rumah tangga Kristen setelah menikah (berumah tangga) yang berantakan yang berujung pada perpisahan tanpa kematian. Seharusnya hal ini tidak terjadi dalam rumah tangga Kristen yang di persatukan Dalam kasih Tuhan Yesus Kristus.
            Lalu apa yang membuat mereka berantakan??
            Banyak kita yang hidup sehari – hari berbuat baik, pergi ke Greja, tutur kata yang sopan dan berprilaku hormat. Tetapi ini hanya sebuah pertanda bahwa kita  di hidup Dalam Kristus Yesus. Ini semua bisa kita tampilkan di luar saja di balik susahnya hidup kita dalam rumah tangga. Untuk itu mari kita kenali siapa kita sebenarnya di Hadapan Tuhan sehingga kita susah untuk mencari nafkah.
Hukuman Manusia yang tidak bisa di elakkan sampai selama – lamanya akibat dosa;
            KEJADIAN 3:16~19
16. Firma-Nya kepada perempuan itu: “susah payahmu waktu mengandung akan kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan birahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
17. Lalu firmanya kepada Manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan istrimu dan memakan dari buah pohon, yang telah ku perintahkan kepadamu; Jangan Dimakan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan susah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu”* 18 semak duri dan rumput duri yang akan di hasilkanya bagimu, dan tumbuh – tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; *19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau di ambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

            Kenapa firman ini saya buat menjadi kutipan saat ini?? Ya… kita harus tau bahwa dalam kehidupan kita sehari – hari adalah susah, Sulit dan Pahit. Namun Tuhan tidak membiarkan kita menjadi terlantar perhatikan ayat ini “tumbuh – tumbuhan di padang akan menjadi makananmu” disini jelas bahwa Tuhan Menyediakan kehidupan pada Manusia walaupun sulit, maka kita di tuntut untuk bekerja keras dengan jujur dan menerima apa Adanya.

Kenapa harus kerja keras?
Dalam ayat itu sudah jelas yang akan di hasilkan tanah sudah semak dan duri maka setiap apa yang kita tanam semak dan duri akan selalu hadir tumbuh untuk memusnahkan tanaman yang kita tanam maka perlu kerja keras.

Kenapa harus jujur?
Kita tidak bisa membohongi tanah, kalau kita bilang sudah menanam Padi pada kenyataanya kita tidak menanamnya maka padi tidak tumbuh. Berbohong kepada siapapun sama dengan berbohong pada dirinya sendiri.

Kenapa harus menerima apa adanya?
Kita tidak tau yang kita tanam itu akan tumbuh atau tidak, namun kita hanya boleh menaruh Harapan untuk setiap apa yang kita tanam.


Mungkin anda berpikir,
Itu zaman dulu ya, sekarang orang tidak lagi menanam supaya makan tapi bekerja di perusahaan, bisnis PNS dll. Perlulah kita ingat hukuman yang sudah di firmankan-Nya sudah berlaku untuk selamanya dan kita juga berpijak di atas tanah dan apapun yang kita makan adalah hasil dari tanah.

Apa hubunganya dengan Rumah Tangga??
            Dalam kehidupan rumah tangga Materi sangatlah penting dan sangat perlu sekali, akan tetapi untuk mendapatkan materi ini cukuplah sulit dan sangat sulit. Karena sulitnya mendapatkan materi ini suami atau pun Istri jadi lupa akan ayat ini. Lalu dia bertanya dalam hatinya kenapa Hidup saya seperti ini? Kenapa rumah tangga kami selalu hidup paspasan atau bahkan untuk makan pun susuah? Lalu si suami mualai menanyakan solusinya kepada orang lain yang akhirnya menyalahkan istrinya atau pun sebaliknya si istri menyalahkan suaminya. Akhirnya terjadi pertengkaran dan perpisahan.

Dari firman ini kita mengambil kesimpulan,
  1. Sesulit apapun Ekonomi Keluarga itu tetap kita bersyukur Karena itulah yang masih bisa kita dapatkan dari tanah yang di berikan Tuhan kepada kita. Bukan karena istri atau suami yang salah. Kita harus sadar bahwa sumi atau pun istri di berikan rezeki sebatas itu untuk saat ini.
  2. Janganlah menuntut pendapatan lebih dari suami atau istri tetapi syukurilah yang rumah tangga anda dapatkan dan pergunakan sebaik mungkin dan Doakanlah supaya Tuhan Memberkatinya.
  3. Jangan membandingkan pendapatan rumah tangga anda dengan rumah tangga orang lain yang sama profesi atau jabatanya, karena Tuhan juga tidak membuat sama manusia itu.

SEMOGA TUHAN YESUS MEMBERKATI PEKERJAAN TANGAN KITA DAN MEMBERI AKAL DAN PIKIRAN UNTUK MEMAKAINYA. – AMIN-


HOME

Arsip